Selamat Datang Di Blog Novrizandi Malaputra Virtual

31 October, 2012

Ikan Kapiek


 
(Kottelate et al,1993) Klasifikasi ikan kapiek yaitu Ordo Ostariophyshi, family cyprinidae, genus Puntius, spesies puntius schwanepeldi.

(SAANIN, 1984) Ciri-ciri ikan kapiek adalah bentuk tubuh simetris bilateral, bentuk tubuh pipih(compressed), bubir atas tidak terpisah dengan rahang bawah. Mulut protactile, mempunyai sepasang lubang hidung.

(Pulungan, 1987) Secara umum ikan Kapiek dijumpai pada kedalaman 1,0 – 4,0 m, suhu antara 25 – 30 oC, kecerahan antara 40 – 120 cm, pH berkisar 5 – 7 dengan keadaan arus lemah atau pada tempat – tempat yang merupakan lubuk. Hidup pada dasar perairan berpasir Lumpur dan ditempat – tempat berbatu yang banyak ditumbuhi tanaman air .

(Weber and de Beafourt, 1961) Ikan Kapiek (Puntius schwanefeldi Blkr) termasuk spesies ikan air tawar penghuni daerah tropis yang hidup di perairan sungai, danau dan rawa. Penyebarannya meliputi negara – negara India, Srilangka, Malaysia dan Indonesia. Sedangakan di Indonesia ikan ini telah lama ditemukan di Sumatera dan Kalimantan Barat 

(Siregar ,1999) Ikan Kapiek dapat diklasifikasikan ke dalam sub kelas Teleostei, ordo Ostariophysi, sub ordo Cyprinoidea, famili Cyprinidae, genus Puntius, spesies Puntius schwanefeldi Blkr. Ikan ini tergolong sebagai ikan pemakan segala makanan (omnivora) dan tidak mengganggu jenis ikan kecil diperairan dimana dia hidup. Dari segi biologi reproduksinya ikan ini tergolong pada ikan yang mempunyai tipe reproduksi biseksual, dimana sperma dan telur berkembang secara terpisah pada individu yang berbeda, dengan kata lain ikan jantan dan ikan betina berkembang sejak lahir atau menetas serta setiap individu akan tetap sebagai jantan atau betina selama hidupnya.

(SAANIN ,1984) Ikan kapiek bentuk tubuh gepeng dan berbadan tinggi. Warna tubuh putih seperti petak dengan punggungyang abu-abukecoklatan dan perutnya putih mengkilat jumlah gurat sisiada 35-36 keping. Gurat sisi sempurna, sirip punggung merah dengan bercak kehitaman. Pada ujungnya, sirip dadqa dan perut berwarna nmerah, sirip ekor berwarma orange atau merah dengan pinggiran garis hitam atau putihsepanjang cuping sirip ekor. 

(EFFENDI ,1979) Ikan kapiek hidup di dasar perairan berpasir lumpur dan tempat berbatu yang banyak ditumbuhi tanaman air.Distribusi ikan kapiek di indonesia terdapat hampir di seluruh perairan Pulau Sumatera ,di samping itu juga Borneo.Ikan kapiek juga dijumpai pada kedalaman perairan 1-4 meter,suhu 25-30 derajat celcius,kecerahan 40-120 cm,pH 5-7 dengan keadaan arus lemah atau pada tempat yang merupakan lubuk.

(Kottelat et el ,1993)Ikan Kapiek memiliki cirri-ciri sebagai berikut:sirip punggung terdiri dari 4 jari-jari keras dan 8 jari-jari lemah.Sirip anus terdiri dari 4 jari keras dan 5 jari-jari lemah.Sirip dada terdiri dari 1 jari-jari keras dan 14-16 jari-jari lemah.Kerangka tubuh kuat melengkung mulai dari hidung sampai ke punggung.Panjang baku 4,1-4,3 kali panjang kepala dan tinggi badan 2,3-2,4 kali panjang baku.Mulut di ujung kepala(terminal)memiliki 2 sungut kecil.Sungut di sungut mulut dan di rahang atas ,daerah pipi sempit terdapat 8-9 sisik antara garis rusuk dan sirip anus.Warna badan keputih-putihan bagian punggung coklat kehijauan,tepi atas dan bawah sirip ekor terdapat garis hitam.Pada ikan muda ujung-ujung sirionya berwarna merah,panjang maximum 23,5-24 cm.

(DJUHANDA, 1981) Ikan Kapiek Adalah moncong menonjol kedepan dan tumpul,kepalah bersegi tidak bersisik mata di bawah garis segi, mulut sub terminal, pada rahang atasa terdapat dua lipatan bibir, pada rahang bawah terdapat satu lipatan bibir, bibir luar rahang atas di sudut mulut menutupi lipatan bibir bawah, pada pertemuan lipatan bibir atas terdapat sungut pendek di atas bibir atas terdapat sungut pendek dan kecil, permukaan kepalah licin, garis rusuk sempurna 34-36 sisik.bentuk tubuh gepeng dan badannya tinggi, warna tubuh putih seperti perak dan punggung abu-abu kecoklatan dan perutnya putih mengkilat.

(Pulungan ,2000) Ikan Kapiek adalah ikan yang moncong menonjol ke depan dan tumpul, kepala bersegi tidak bersisik, mulut sub terminal, pada rahang atas terdapat dua lipatan bibir, pada rahang bawah terdapat satu lipatan bibir,lipatan rahang atas di sudu mulut menutupi lipatan bibir bawah.Pada pertemuan lipatan bibir atas terdapat sungut pendek sekali,permukaan kepala licin sekali,garis rusuk sempurna 34-36 sisk,bentuk badan memanjang persegi,perut mendatar dan bersisik. Bentuk mulutnya protactile, ukuran mulutnya sedang, posisi mulut tegak lurus atau sedukit dibelakang obla mata, ukuran bibirnya tebal. Keadaan bibirnya, hanya bibir rahang atas yang berlipatan, bibir atas bersambung dengan bibir bawah dan bentuk vivir atas tidak bergerigi.

(Manda et al ,2005). Mulut dan sungut pada ikan terletak pada bagian anterior kepala dengan bentuk dan posisi bervariasi sesuai dengan kebiasaan hidup dan lingkungan hidup dimana ikan-ikan itu berada. Sungut pada ikan berfungsi sebagai alat peraba dan pendeteksi dalam rangka mencari makanan.

(Kriswantoro ,1987) mengklasifikasikan ikan dengan ciri-ciri ikan kembung ini tergolong bilateral simetris, memiliki bentuk seperti torpedo, bentuk kepala agak tumpul dengan sirip yang lengkap memiliki sirip yang mengalami penyempurnaan seperti adifose fin dan finlet.

(Effendi ,1979)Ikan kapiek hidup pada dasar perairan berpasir dan berlumupur dan tempat berbatu yang banyak ditumbuhi tanaman air. Distribusi ikan kapiek di Indonesia terdapat hampir di seluruh perairan sumatra, disamping juga borneo. Ikan kapiek juga dijumpai pada kedalaman perairan 1-4 meter. Suhu 25-30 derajat selsius, kecerahan 40-120 cm, pH 5-7 dengan keadaan arus lemah atau pada tempat yang merupakan lubuk.

0 comments:

Post a Comment